PPL DARI UNNES, BUKAN HANYA SEKADAR PRAKTIK, JUGA SEBAGAI MOTIVATOR SISWA

Univesitas Negeri Semarang sebagai lembaga perguruan tinggi keguruan perlu mencetak pendidik yang akademis, profesional dan memiliki kompetensi yang sesuai perkembangan zaman. Sebagai langkah awal Universitas Negeri Semarang bekerjasama dengan lembaga pendidikan yang ada di Indonesia, salah satunya adalah di SMK 17 Parakan yang berada di Kabupaten Temangung. Kerjasama ini di implementasikan melalui praktik pengalaman lapangan yang di lakukan oleh mahasiswa Universitas Negeri Semarang di tahun 2017. Dengan adanya kerjasama ini di harapkan dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa sebagai calon pendidik.

Menjadi seorang pendidik merupakan suatu hal yang sangat mulia, dimana pendidik menjadi aktor penting dalam dunia pendidikan dan menjadi tongak untuk mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter. Pendidik atau yang biasa disebut oleh khayalak umum “Guru”, bisa menjadi panutan atau pengemong bagi siswa. Dan hal ini juga relevan dalam filosofi jawa yang memiliki arti “digugu lan ditiru”, digugu dalam hal ini adalah segala ucapannya dapat di jadikan suatu motivasi dan dapat menjadi nilai kebenaran yang  dapat di praktikan dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat. ditiru yang mana setiap tindakannya dapat menjadi panutan atau contoh siswa dalam bersikap di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Selain itu perlu di ngat bahwa Ki Hadjar Dewantara pun pernah mengatakan bahwa mendidik perlu menganut prinsip ing ngasrsa sung tuladha, ing madya mangun karsa dan tut wuri handayani. Dengan demikian hal ini dapat menjadi bekal khusus untuk mahasiswa praktikan dalam mengasah keprofesionalitasan.

Mahasiswa praktikan yang berada di SMK 17 Parakan sudah tentu bukan hanya sekadar praktik pengalaman saja, namun juga perlu menjadi motivator siswa dalam semangat belajar untuk meraih impian. Bung karno sendiri pernah mengatakan “Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, namun satu pemuda dapat mengubah dunia”. Semangat inilah yang perlu ditunjukan oleh mahasiswa praktikan untuk siswa siswi  SMK 17 Parakan. Selain mimpi mimpi yang ingin dicapai siswa, mahasiswa praktikan juga perlu mendampingi siswa untuk mengasah softskill, hardskill, dan lifeskillnya agar siap menjadi generasi yang dapat membangun, berkaya, berkontribusi bagi SMK 17 Parakan maupun Indonesia. Untuk itu mahasiswa praktikan sebagai aset penerus perjuangan bangsa, aset berkelanjutan, dan aset pemimpin masa depan bangsa juga dapat menjadi panutan dan pendidik bagi siswa siswi yang ada di SMK 17 Parakan yang akan dipersiapkan menjadi generasi emas.

Kalau kamu bukan anak raja, dan kau bukan anak ulama maka menulislah (imam al Ghazali)

ditulis oleh Nurfhatulloh, Mahasiswa Praktikan UNNES

LEAVE A REPLY